Dendrobium

Mengenal Anggrek Sylvanum Berbunga Tak Kenal Musim

Sebagai kolektor rasanya kurang puas jika belum meminang anggrek Dendrobium sylvanum. Di kelasnya karakter Dendrobrium sylvanum memang tak begitu mencolok baik di sisi warna bunga maupun tanduk. Meski tergolong dalam section spatulata bunga anggrek ini tidak begitu melintir dan tanduknya juga tidak begitu panjang.

Nah kira” apa yang membuatnya spesial sehingga harganya di pasaran juga masih lumayan tinggi? Yuk mari kita ulas karakter, keunikan, dan syarat tumbuhnya.

Keunikan Dendrobium sylvanum

Menurut pengalaman kami, ada dua keunikan dari anggrek ini. Pertama dia rajin berbunga tak kenal musim jika tanaman sudah dewasa. Kedua, anggrek ini mampu memproduksi hingga puluhan kuntum bunga dalam satu tangkai. Lebih unik lagi, kita tak perlu menunggu rumpun tanaman besar dulu untuk menikmati ramainya mekar anggrek Dendrobium sylvanum.

dendro sylvanum

Dulu kami mengira bahwa bunga pertama hanya akan memunculkan satu tangkai bunga. Ternyata, di saat mekar perdana kami sudah dapat bonus 2 tangkai bunga. Padahal tinggi bulb saat itu masih sekitar 25 cm. Secara otomatis semakin tinggi dan semakin rimbun tanaman jumlah tangkai dan kuntum bunga juga semakin semarak.

Karakter Dendrobium sylvanum

Batang kokoh, gendut bawah mengecil ke atas dengan gurat hitam pada pelepah batang. Warna daun hijau pekat selambur hitam, tebal dan meruncing. Karakter daun cukup rimbun sangat sedap dipandang mata. Tankai bunga berwarna kehitaman mengkilat sehingga menambah kontras warna bunga.

Terkait dengan syarat tumbunya, anggrek Dendrobium sylvanum tergolong anggrek bandel dan cukup tahan panas. Pun demikian agar bisa diletakkan secara outdoor (full sun dan full rain) sebaiknya ditunggu hingga anggrek usia dewasa. Agar lebih mudah menentukan kriteria anggrek dewasa, bisa kita tunggu setelah bunga perdana. Setelah habis masa bunga, anggrek siap kita treatment untuk diletakkan secara outdoor.

Tak kalah penting untuk diperhatikan adalah kelambapan. Menurut pengalaman, anggrek ini tidak begitu suka kelembapan. Untuk itu kita harus memilih media tanam dan pot yang tepat. Dengan kelembapan yang terlalu tinggi, biasanya daun mudah menguning kemudian rontok. Kalau media tanam terlalu banyak menyimpan air bisa menyebabkan akar mudah busuk.

Media tanam cukup menggunakan arang saja. Ukuran bisa kita sesuaikan dengan besar tanaman. Karena arang tidak memiliki unsur nutrisi, maka kita harus suplai nutrisi dari luar yaitu dengan pemupukan yang mencukupi unsur hara baik yang makro maupun mikro.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.