Onchidium

Mengenal Anggrek Oncidium (Swartz 1800)

Oncidium berasal dari bahasa Yunani ongkos yang berarti padat. Ini merujuk pada bentuk callus-nya yang tebal. Callus merupakan bagian dari lip yang tebal. Ini menjadi cirikhas dari anggrek oncidium yaitu bagian lip-nya yang lebih besar dari ornamen bunga lainnya seperti sepal dan petal. Oncidium merupakan tumbuhan simpodial yang tumbuh secara epifit, litofit maupun terestrial. Tumbuhan epifit adalah tumbuhan yang hidup menempel beserta tanaman lain dengan sifat yang tidak parasit. Tumbuhan litofit adalah tumbuhan yang hidup di permukaan bebatuan ataupun tebing dan tumbuhan terestrial adalah tumbuhan yang hidup di tanah.

Ciri-Ciri Anggrek Oncidium:

Bentuk Pseudobulb dan Daun

Pseudbulb sering disebut sebagai bulb saja. Bulb pada tanaman anggrek berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan dan air. Ini adalah keunikan bentuk batang pada setiap tanaman anggrek. Anggrek memilik berbagai macam bentuk batang atau bulb. Oncidium memiliki bulb yang beraneka ragam bentuk dan ukuran dengan rizoma yang pendek. Karakter pertumbuhan bulb anggrek oncidium sangat khas dengan diawali munculnya pelepah atau selubung dengan daun kecil yang tumbuh berpasangan. Semakin lama pelepah tersebut akan membentuk seperti gumpalan kecil. Selanjutnya akan tumbuh daun dari pucuk bulb tersebut. Daun yang tumbuh dari pucuk bulb bisa berjumlah hingga empat daun.

Bentuk Tangkai Bunga

Tangkai bunga anggrek oncidium muncul dari ketiak pelepah atau daun. Bentuknya bisa tegak lurus, melengkung, menggantung – ada yang pendek dan ada yang bertangkai panjang. Akan tetapi perlu diketahui bahwa setiap bulb anggrek oncidium hanya memunculkan tangkai bunga sekali saja dalam siklus berbunga. Tangkai bunga yang muncul pada umumnya berjumlah satu hingga dua.

Bentuk Bunga

Karakter bunga anggrek oncidium dapat mudah dikenali dengan bentuk lip-nya yang menonjol dengan ukuran sepal yang sama namun petal yang lebih besar. Dengan karakter bunganya, oncidium sering juga dikenal dengan sebutan The Dancing Lady.

Lingkungan yang Disukai Anggrek Oncidium

Untuk menciptakan lingkungan yang disukai oleh anggrek apapun jenisnya, pertama yang harus kita kenal adalah habitat asli anggrek tersebut. Persebaran anggrek oncidium sangat luas mulai dari kepulauan Karibia, wilayah Florida hingga Amerika Selatan. Indonesia juga memilki wilayah persebaran Oncidium terutama di pulau Jawa dan Sumatra. Salah satu species Jawa yang terkenal adalah Oncidium Golden Shower dengan warna bunga dominan kuning. Dipasaran Indonesia kita banyak menemukan jenis-jenis baru atau hibrida dari genus ini. Anggrek Oncidium memilki akar serabut dan sangat mudah beradaptasi di lingkungan yang memiliki iklim panas hingga sejuk. Dengan karakternya, Oncidium mudah ditanam di berbagai macam media mulai dari kepingan kayu, pakis maupun sabut kelapa.

Varian Baru Oncidium

Botanis telah melakukan banyak percobaan pada genus ini. Hingga sekarang bahkan sudah terdapat ribuan genus yang didaftarkan. Dan masih saja masih terdapat pengalihan spesies yang keluar ataupun masuk. Anggrek Oncidium sering disilangkan dengan spesies Brassia sehingga menciptakan genus baru yang disebut dengan Brassidium. Disilangkan dengan Odontoglossum menjadi genus baru bernama Odontocidium. Disilangkan dengan Miltonia menjadi genus baru yang bernama Miltonidium.

Anggrek Oncidium Hybrid

Anggrek Oncidium Hybrid

Teknik Budidaya Oncidium

Anggrek Oncidium dapat diperbanyak dengan cara memecah rumpun. Untuk memecah rumpun bisa dilakukan ketika dalam satu gerombolan sudah memiliki rumpun yang banyak. Dalam satu gerombolan biasanya terdapat hingga tujuh rumpun atau lebih. Idealnya pembudidaya akan memisah rumpun jika sudah ada bulb yang sudah tidak memiliki daun. Pun-jika rumpun tersebut masih memilik daun juga bisa dipisah namun untuk kondisi ini setidaknya dalam pemisahan harus menyertakan lebih dari satu bulb. Selanjutnya, rumpun yang sudah dipisah dan siap untuk ditanam sebelumnya disarankan untuk merendam rumpun tersebut dalam larutan fungisida minimal 3 jam. Setelah itu tanaman yang dipisah siap untuk ditanam. Media yang dapat digunakan sangat banyak seperti pakis, potongan kayu ataupun sabut kelapa. Yang paling penting dalam pemilihan media adalah media tersebut harus bersifat porous. Oncidium tidak memerlukan perawatan ekstra. Penyiraman dapat disesuaikan pada kebutuhan dan kondisi lingkungan. Pemupukan bisa dilakukan secara intens 2X seminggu dengan pupuk yang mengandung unsur komplit (NPK). Selain itu dapat juga ditambahkan unsur mikro lainnya. Di toko banyak dijual pupuk khusus untuk anggrek yang menggandung unsur lengkap misalnya merek Growmore dan lain sebagainya.

Tips: Tanaman yang baru ditanam dari pemisahan rumpun sebaiknya jangan diberikan pupuk terlebih dahulu hingga tanaman sudah benar-benar beradaptasi dengan lingkungan barunya. Pemupukan sebaiknya dilakukan setelah 1 bulan penanaman. Ciri-ciri tanaman yang sudah siap dipupuk adalah tanaman yang sudah menumbuhkan akar baru/muda. Biasanya bersamaan dengan tumbuhnya akar baru tersebut juga tumbuh tunas baru. Alasan mengapa pemupukan harus menuggu tumbuhnya tunas baru tidak lain karena dalam bulb masih tersedia cadangan makanan yang cukup. Hal ini juga dilakukan karena bekas luka atau potongan pemisahan masih rentan terhadap zat kimia yang bisa menyebabkan banyak hal yang mengganggu pertumbuhan tanaman.

Gallery Anggrek Oncidium

 

2 Comments
  1. Reply
    Dwi Setyo Nugroho April 12, 2018 at 7:55 am

    Perlakuan terhadap tanaman/bulb yg udh prnh berbunga bagaimana? Melihat keterangan diatas, bahwa satu bulb hanya berbunga sekali 1-2 batang bunga.

    • Reply
      anggrek April 24, 2018 at 2:58 pm

      Untuk bulb yang sudah tidak berbunga (tdak produktif) sbenarnya itu masih memiliki peran yaitu sbagai pnyimpan cadangan makanan….jadi lebih baik dibiarkan kalau rumpun masih kecil. Kalau rumpunnya besar disarankan di split saja…tks

Leave a reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.