Grammatophyllum

Mengenal Anggrek Grammatophyllum

Kita sudah tidak asing lagi dengan kata gramma yang sering dipakai diberbagai istilah. Gramma berasal dari bahasa Yunani yang berarti huruf. Sedangkan phyllon artinya daun. Grammatophyllum sebagai nama anggrek merujuk pada pola bercak dan bintik daun pada bunga yang menyerupai bentuk huruf. Genus anggrek ini pertama kali ditemukan oleh Blume pada tahun 1825 dengan objeknya pertama kali yaitu Grammatophyllum speciosum. 

Genus ini memiliki beberapa spesies dengan karakter yang beraneka ragam mulai dari postur besar dan tinggi hingga spesies dengan bentuk pseudobulb bulat pipih seperti Grammatophyllum scriptum spesies yang banyak ditemukan di Indonesia khususnya daerah Kalimantan dan Sulawesi.

Contoh spesies yang memiliki postur besar dan tinggi yang terkenal di Indonesia adalah Gram. speciosum yang memiliki nama lain Anggrek Tebu. Dinamai Anggrek Tebu karena bentuk ruas-ruasnya yang sangat menonjol mirip dengan batang tebu. Anggrek Tebu bisa tumbuh hingga 2.5 meter. Anggrek Tebu dikenal dengan perawatannya yang lumayan ribet untuk dapat berbunga.

Oleh karena itu para pemula banyak yang menanyakan tentang cara membungakan anggrek jenis ini. Mulai dari cara tradisional hingga modern banyak telah banyak diuji coba untuk membungakan anggrek tebu. Anggrek Tebu juga dikenal sebagai Giant Orchid atau anggrek raksasa dengan rumpun yang lebat dan bisa mencapai bobot ratusan kilogram.

Keanekaragaman Bentuk Batang dan Bunga Anggrek Grammatophyllum

Meskipun jenis ini memiliki keanekaragaman bentuk batang atau pseudobulb, namun kebanyakan spesies Grammatophyllum memiliki bentuk daun linier dengan panjang sekitar 50 – 60 cm dengan tulang daun tunggal. Tangkai bunga keluar dari pangkal bulb dengan panjang hingga 1 meter. Dalam sekali bunga, anggrek ini bisa memunculkan lebih dari satu tangkai bunga.

grammatophyllum stapeliiflorum

Anggrek Grammatophyllum stapeliiflorum

Bunga anggrek Grammatophyllum kebanyakan juga unik dan bentuknya lumayan besar dengan warna khas hijau zaitun dan cokelat ataupun kombinasi kuning dan coklat dengan bintik-bintik. Sebut saja Grammatophyllum stapeliiflorum yang memiliki warna dominan coklat corak batik dengan tangkai bunga menjuntai/menggantung. Salah satu jenis Grammatophyllum dengan waktu mekar bunga paling lama yaitu Gram. multiflorum yang mekar hingga 9 bulan.

Grammatophyllum stapeliiflorum populer juga dengan nama Anggrek Sendu merujuk pada karakternya yang unik. Karakter daun tebal, dan kerapatan sel tumbuhan lebih padat. Rumpun bisa sangat banyak dalam satu koloni tanaman. Daun berbentuk bulat oval dan bercabang dua muncul dari pucuk pseudobulb. Keunikan lainnya dari Gram. stapeliiflroum terletak pada akarnya yang tidak memiliki akar angin atau akar udara.

Akar Angin

Berbicara mengenai akar angin adalah salah satu keunikan dari hampir semua jenis anggrek Grammatophyllum. Akar angin ini muncul dari dalam media yang menjulang ke atas. Akar angin tersebut berfungsi sebagai penyerapan nutrisi yang terdapat pada kelembapan udara dan membantu penyerapan oksigen.

Pembudidayaan Anggrek Grammatophyllum

Umumnya lingkungan yang disukai oleh Grammatophyllum adalah lingkungan lembab namun masih banyak mendapatkan penyinaran. Yang paling penting, tidak boleh ada genangan air di dalam media yang dapat menyebabkan busuk akar. Dalam lingkungan yang cocok, Grammatophyllum dapat tumbuh dua kali lipat dalam waktu satu tahun.

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.