Dendrobium

Mengenal Anggrek Dendrobium moschatum

Anggrek Dendrobium moschatum menurut pendapat salah satu kolektor anggrek yang ada di kelompok kami memiliki satu keistimewaan yang sulit didapatkan dari jenis anggrek lain, yakni warna ceria pembangkit semangat. Terlebih lagi, aroma  musk yang dikeluarkan oleh bunga anggrek Dendrobium moschatum memiliki sensasi hangat nan sensual. Barangkali, faktor inilah yang membuat ia cukup digemari.  Barangkali juga, nama moschatum juga diserap dari aroma bunga tersebut.

Anggrek Dendrobium moschatum menjadi sasaran para kolektor hingga saat ini dan mampu bertahan di pasaran dengan harga sangat bagus.

Jika anda berminat mengenali lebih jauh tentang karakter spesies cantik ini, mari kita simak ulasan berikut.

Karakter Bunga Anggrek Dendrobium moschatum Lain dari yang Lain

Bunga Anggrek Dendrobium moschatum

Bunga berwarna kuning oranye terang dengan bentuk sepal dan petal agak besar. Total diameter bunga bisa mencapai 10 cm. Lips bunga menjulur membentuk seperti kantong berdiameter sekitar 4 cm. Bunga tersebut muncul berdempetan hingga 20 kuntum pada satu tangkai bunga yang tumbuh dari pucuk batang. Tangkai bunga menggantung dengan panjang sekitar 24 cm.

Sayangnya, para penikmat bunga tersebut hanya diberi waktu sekitar 1 minggu sebelum ia layu. Pada umumnya, anda bisa menikmati musim mekar Den. moschatum di sekitar bulan Maret hingga Mei. Pun demikian, tanaman yang sudah berumur dapat berbunga sepanjang tahun.

Postur Tanaman

Karakter Tanaman Dendrobium moschatum

Tidak berhenti pada keunikan dan kecantikan bunga, postur tanaman Anggrek Dendrobium moschatum juga menggemaskan. Spesies ini memiliki batang tinggi yang bisa tumbuh mencapai 4 meter. Warna batangnya hijau kekuningan. Daunnya lonjong, tebal, tumbuh dua arah dan gampang rontok ketika tua. Jika ditanam di media yang sesuai, anggrek ini akan membentuk rumpun dengan ketebalan diameter 60 cm. Oleh karena itu, jika mengharapkan rumpun besar, maka sangat disarankan untuk menanamnya di pot besar atau pohon hidup yang sudah tua.

Spesies ini memiliki dua kemampuan hidup. Di satu sisi moschatum adalah tanaman epifit, yang artinya dapat hidup nebeng pohon lain. Di sisi lain, ia juga litofit – hidup di bebatuan. Penyebaran anggrek Dendrobium moschatum ada di berbagai negara termasuk banyak ditemui di Indonesia.

Faktor Lingkungan Pendorong Agar mochatum Tumbuh dengan Baik

Agar Dendrobium moschatum tumbuh baik ia memerlukan kondisi lingkungan agak spesifik terutama terkait dengan intensitas cahaya dan sirkulasi udara.

Intensitas cahaya sangat diperlukan untuk pertumbuhan daun agar memiliki fisik tebal, pertumbuhan batang agar terlihat montok, dan pembungaan agar memiliki warna maksimal. Jika ditempatkan pada lingkungan teduh maka semua itu sulit dicapai dan warna bunga terlihat pucat. Jika memang menginginkan, anggrek tersebut bisa ditempatkan pada intensitas cahaya full sun tapi melalui proses adaptasi terlebih dahulu. Proses adaptasi tersebut mungkin akan membakar daun bawaan. Namun tunas baru yang akan tumbuh sudah siap dengan lingkungan full sun. Selanjutnya, tanaman akan tumbuh normal di lingkungan baru tersebut.

Sirkulasi yang bagus juga menentukan kecepatan tumbuhnya tunas baru. Semakin baik sirkulasi udaranya tunas baru akan semakin tumbuh subur. Demikian juga, sirkulasi udara yang baik akan menghindarkan tanaman dari serangan jamur dan bakteri.

Perbanyakan Anggrek Dendrobium moschatum Paling Sederhana

Cara memperbanyak spesies ini bisa dilakukan melalui pembentukan keiki. Caranya terbilang sangat mudah tidak seperti cara menumbuhkan keiki pada anggrek Phalaenopsis. Jika anda ingin praktek berikut ini adalah langkah-langkahnya:

  1. Pilih batang yang masih fit tapi sudah gundul alias tidak memiliki daun
  2. Patahkan batang tersebut tapi jangan sampai putus
  3. Perhatikan buku-buku batang yang terdapat pada bagian atas batang yang dipatahkan
  4. Setiap buku batang terdapat mata tunas
  5. Olesi mata tunas tersebut dengan perangsang tumbuh
  6. Biarkan mata tunas tersebut tumbuh menjadi tunas baru dan keluar akar
  7. Keiki siap dipindah menjadi tanaman individu ketika panjang akar sudah mencapai sekitar 4 cm

Keterangan:

Fungsi pematahan batang ditujukan untuk memutus arus nutrisi. Dengan demikian simpanan nutrisi yang masih ada pada batang bagian atas patahan dapat disalurkan untuk membentuk tunas baru.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.