Grammatophyllum

Pesona Anggrek Grammatophyllum stapeliiflorum dan Keunikannya

Jika anda yang sedang mencari informasi mengenai anggrek grammatophyllum stapeliiflroum, mungkin anda akan disuguhi nama lokal yang cukup asing ditelinga. Di Indonesia, Grammatophyllum stapeliiflorum juga populer dengan nama Anggrek Ratap Tangis juga Anggrek Sendu. Penamaan tersebut tak lain karena karakter tangkai dan bunga yang dimilikinya. Tangkai bunganya melambai menjulur ke bawah dari pangkal batang kemudian dihiasi dengan bunga berwarna coklat gelap dibumbui warna bintik kekuningan.

Penamaan stapeliiflorum awalnya diberikan oleh Johanes Jacobus Smith, seorang warga Belanda pada tahun 1911 pada zaman penjajahan belanda ketika beliau menjadi salah satu direktur Buitenzorg Botanical Gardens (sekarang Bogor). Banyak deskripsi tanaman yang ia berikan termasuk genera (singular: genus) anggrek. Nama-nama anggrek yang ia deskripsikan termasuk Phalaenopsis fimbriata, dan berbagai spesies Dendrobium asal Sumatra.

Genus ini memiliki postur tubuh sedang dibanding genera lainnya seperti Grammatophyllum speciosum (Anggrek Tebu) dengan pamor bunga yang tak kalah menarik.

Karakter Bunga Anggrek Grammatophyllum stapeliiflorum

Bunga anggrek Ratap Tangis tumbuh disekujur tangkai bunga yang dapat menjulur sepanjang 40 hingga 50 centimeter. Tangkai bunga tumbuh dari pangkal batang (pseudobulb). Dalam satu tangkai tumbuh bunga hingga 10 kuntum. Bunga anggrek Grammatophyllum stapeliiflorum berdiameter hingga 5 cm (ukuran sedang jika disandingkan dengan anggrek berbunga besar).

Jika dilihat sepintas, warna bunga lebih dominan coklat hingga coklat kekuningan. Warna coklat tersebut merupakan warna petal dan sepal. Jika dilihat lebih dekat, ada bintik putih atau kuning. Warnanya sangat mengkilat, sehingga sangat menggoda dijadikan obyek fotografi. Selain warnanya yang kalem dan cantik, bunga tersebut juga berbau harum dan mekar hingga 1,5 – 2 bulan. Bahkan jika tidak ada gangguan seperti angin atau tangan manusia, masa mekar tersebut bisa lebih lama lagi. Jika dilihat dari sisi komersil, keunikan inilah yang membuat anggrek Grammatophyllum stapeliiflorum cukup mahal di pasaran.

Bentuk Bulb, Daun dan Akar

Pseudobulb (Bulb) atau batang Grammatophyllum stapeliiflorum tumbuh berumpun dan memiliki bentuk seperti bawang. Jumlah bulb dalam satu rumpun bisa sangat banyak tergantung besar media tanam yang digunakan. Dalam satu bulb tumbuh daun berjumlah 2 hingga 4 helai. Karakter fisiknya tebal dengan lapisan lilin yang kuat.

Akar Grammatophyllum stapeliiflorum tidak seperti genera lainnya. Anggrek ini tidak memiliki akar angin.

Habitat Asli

Anggrek Grammatophyllum stapeliiflorum di habitat aslinya merupakan tanaman epifit (menempel pada pohon). Pertama kali ditemukan, anggrek ini tersebar di wilayah Jawa, Sumatra, Sulawesi, hingga Filipina. Karena perubahan kondisi lingkungan habitat yang cukup drastis, kemungkinan besar spesiesnya sudah tidak banyak ditemuai pada habitat aslinya.

Pembudidayaan dan Tips Menanam Anggrek Grammatophyllum stapeliiflorum

Ada beberapa persyaratan yang bisa diperhatikan ketika merawat atau menanam anggrek Grammatophyllum stapeliiflorum di rumah. Pertama adalah temperatur. Secara teori, anggrek ini membutuhkan pencahayaan cukup. Teori yang kami gali dari Orchid Wikia, Anggrek Grammatophyllum stapeliiflorum membutuhkan sinar matahari langsung dan suhu hangat hingga panas. Jika diterjemahkan dalam angka, temperatur yang dibutuhkan adalah 23-derjat hingga 29-derajat Celsius ketika siang hari dan 12-derajat hingga 15-derajat Celsius.  Pun demikian, anggrek ini masih mampu mentolerir suhu panas hingga 37-derajat Celsius dan suhu dingin hingga 7-derajat Celsius. Temperatur tersebut hampir terjadi di semua wilayah di Indonesia. Kesimpulannya, Grammatophyllum stapeliiflorum sangat aman untuk dikoleksi.

Berdasarkan pengalaman kami, selain kebutuhan paparan sinar dan suhu ada faktor lain yang mempengaruhi kesuksesan perawatan Grammatophyllum stapeliiflorum, yaitu media dan angin. Media disarankan agar tidak menyimpan kelembaban terlalu lama (porous). Tempat menanam anggrek diusahakan mendapatkan sirkulasi udara. Sirami seperlunya, ketika media tanam sudah kelihatan kering.

Tingkat Keunikan

5 dari 5 (Sangat Unik)*

Fitur Unik:

  1. Bentuk Pseudobulb menyerupai bawang
  2. Tangkai bunga menjulur panjang
  3. Rajin berbunga (suhu tropis). Di negara 3 musim rajin berbunga di musim panas.
  4. Bunga wangi + tahan lama
  5. Bunga lumayan besar
  6. Warna mencolok
  7. Spesies langka
  8. Daun tebal
  9. Tingkat aklimatisasi cukup mudah
  10. Mempunyai penggemar fanatis

*Berdasarkan penilaian kami dengan membandingkan beberapa genera Grammatophyllum

Gallery Foto Anggrek Grammatophyllum stapeliiflorum

3 Comments
  1. […] Dalam video tersebut yang ditunjukkan adalah bulb Grammatophyllum stapeliiflorum. Cara tersebut dapat diaplikasikan pada hampir seluruh jenis anggrek Grammatophyllum termasuk […]

  2. Reply
    Dwi Setyo Nugroho November 26, 2018 at 4:34 pm

    Artikel yg sangat membantu saya sebagai pemula untuk memahami karakter grammatophyllum, semoga bisa segera memiliki anggrek jenis ini,..

    • Reply
      anggrek November 30, 2018 at 2:36 pm

      Amiiin….beli seedling aja banyak yang jual.

Leave a reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.