Grammatophyllum

Anggrek Grammatophyllum speciosum (Anggrek Tebu) – Keunikan, Perawatan, Tips Pembungaan

Anggrek Grammatophyllum speciosum menyuguhkan karisma dan keunikan yang tak luntur seiring perputaran zaman. Ketika mendengar nama Anggrek Tebu pertama kali yang terbesit dalam benak adalah sulit berbunga.Belum lagi melihat karakternya yang bongsor, rimbun, tinggi dan besar terkadang sudah menciutkan nyali bahkan sebelum meminangnya. Meskipun demikian kembali lagi, hal tersebut bisa jadi tantangan tersendiri bagi para kolektor. Suatu kebanggaan dan kebahagiaan yang tak terkira bagi pemilik anggrek tebu ketika berhasil membungakan.

Anda yang masih penasaran berikut kami bagi tips tentang cara merawat anggrek Grammatophyllum speciosum (anggrek tebu) termasuk perlakuan selama bertahun-tahun hingga muncul bunga perdana.

Sebelum itu mari kita kenalan dulu dengan karakter anggrek Grammatophyllum speciosum yang kini sudah mulai langka di pasaran.

Fakta Menarik tentang Anggrek Grammatophyllum speciosum

  1. Termasuk dalam anggrek terbesar dan terberat di dunia.
  2. Rumpun anggrek tebu bisa mencapai diameter 4 meter
  3. Tinggi tanaman dewasa mampu mencapai 3 meter
  4. Dikenal juga dengan nama anggrek macan dan anggrek raksasa
  5. Memiliki karakter batang seperti tebu (ruas-ruas)
  6. Umumnya butuh waktu 4 – 6 tahun baru berbunga

Pengalaman Merawat Hingga Bunga Perdana

Awal kami menanam tidak langsung fokus untuk mendapatkan bunga perdana melainkan membesarkan rumpun terlebih dahulu. Pot yang kami gunakan berdiameter sekitar 1 meter dengan kedalaman 60 centimeter.

Hal tersebut menurut kami sangat perlu diperhatikan mengingat agar anggrek tebu mau berbunga, dia harus sudah memiliki akar yang melimpah. Terutama akar angin. Oleh karena itu, berdasarkan pengalaman tadi, kami baru mendapat bunga perdana dengan perawatan intensif dalam kurun waktu kurang lebih 6 tahun.

Tak jarang juga banyak pengunjung yang mengeluh hingga puluhan tahun anggreknya belum juga kunjung bunga. Faktor tersebut kami rasa terletak pada orientasi penanaman – pilih rumpun dulu atau bunga dulu.

Kalau anda menginginkan bunga perdana lebih cepat bisa dicoba beberapa tips berikut ini:

  1. Sesuaikan ukuran rumpun dan ukuran pot, usahakan seimbang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar.
  2. Kondisikan agar akar angin cepat memenuhi pot – dari bawah hingga mulut / permukaan pot.
  3. Kalau akar angin sudah penuh bisa melakukan treatment pembungaan seperti di bawah ini:
  • Tempatkan tanaman secara FSFR (Full Sun Full Rain) alias Full Outdoor
  • Teknik penyiraman khusus di musim kemarau: tunggu layu baru siram. Ulangi sampai berkali-kali sampai datang musim penghujan.
  • Setelah penyiraman, lakukan pemupukan komplit (kimia + organik). Intensitas sama dengan penyiraman sampai datang musim penghujan.
  • Jangan memindah arah dan posisi tanaman saat melakukan treatment sepanjang musim kemarau
  • Berdo’a agar menjelang musim penghujan anggrek kesayangan anda sudah muncul bunga perdana.

Tips tersebut secara umum sangat efektif untuk membungakan anggrek tebu. Setelah muncul bunga perdana, biasanya bunga kedua, ketiga dan seterusnya sudah bisa rajin tanpa harus melakukan treatment dengan syarat kondisi tanaman harus dijaga agar tetap prima dan jangan melakukan repotting kecuali kalau memang sudah terpaksa seperti pot pecah, rumpun sudah tidak muat, dsb.

Fakta Unik tentang Media Tanam Anggrek Tebu

Meski anggrek tebu terdengar mengerikan bagi pemula baik soal harga maupun soal pembungaan, tapi ada fakta unik yang wajib tahu. Grammatophyllum speciosum menurut kami adalah anggrek tahan pukul jika dibandingkan dengan saudara-saudaranya seperti Grammatophyllum martae, Grammatophyllum scriptum, Grammatophyllum stapeliflorum dan lain sebagainya.

Uniknya, anggrek tebu bisa hidup disegala media baik itu media tanaman epifit, litofit maupun terrestrial.  Artinya anggrek tebu bisa hidup layaknya anggrek pohon, anggrek batu maupun anggrek tanah.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.